Pernah nonton film 3 Idiots? Film Bollywood yang kocak namun sarat dengan pesan moral? Pada satu scene film tersebut memperlihatkan seorang tokoh bernama Joy Lobo yang sedang berkutat dengan tugas akhir atau skripsinya. Dia membuat sebuah helikopter yang dilengkapi dengan 4 baling-baling (quadcopter). Namun oleh rektor universitas tempat dia kuliah, proyek tugas akhirnya tersebut dianggap aneh dan tidak layak untuk diteruskan. Penilaian tersebut membuat waktu kelulusannya tertunda. Joy Lobo yang sangat ingin lulus karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya akhirnya mengalami depresi berat dan kemudian bunuh diri. Ranco, seorang mahasiswa jenius ingin membuktikan kepada rektor bahwa apa yang dibuat oleh Joy Lobo tidaklah sia-sia. Akhirnya Ranco meneruskan pembuatan quadcopter Joy Lobo, kemuadian menguji coba menerbangkannya sambil mengarahkannya ke kamar Joy Lobo. Namun siapa sangka, dari kamera quadcopter tresebut didapati Joy Lobo sudah gantung diri.
Sejak kemunculnya di film tersebut, quadcopter menjadi naik daun. Setidaknya kemunculan quadcopter jadi lebih sering saya lihat. Banyak orang menggunakan quadcopter untuk berbagai keperluan. Bukan hanya untuk merekam suasana suatu tempat dari udara untuk keperluan berita, tapi juga untuk hobi dan senang-senang.
Lantas, seperti apa cara kerja quadcopter?
Quadcopter merupakan sejenis helikopter yang menggunakan empat baling-baling (propeller) untuk menciptakan gaya angkat agar dapat terbang. Arah putaran dari keempat propeller tersebut berbeda-beda. Dua propeller berputar searah putaran jarum jam, sedangkan dua lagi berputar berlawanan arah putaran jarum jam. Perbedaan arah putaran ini bertujuan sebagai penyeimbang agar quadcopter bisa terbang diam di udara. Sebab jika keempat propeller tersebut memiliki arah putaran yang sama maka quadcopter akan berputar-putar di udara.
Lalu bagaimana cara quadcopter melakukan manuver ke kiri atau kanan? Di sinilah peran lain dari keempat propeller tersebut. Agar quadcopter dapat melakukan manuver ke kiri atau ke kanan, maka kecepatan propeller harus diatur.
![]() |
| Image source: www.jcopro.net |
- Untuk membuat quadcopter terbang ke atas, kecepatan putaran keempat propeller harus ditambah dan sama besarnya sehingga menimbulkan dorongan ke atas.
- Jika ingin belok ke kiri, kecepatan putar dua propeller yang arah putarannya searah jarum jam harus ditambah atau kecepatan putar dua propeller yang arah putarannya berlawanan jarum jam harus dikurangi sehingga menimbulkan dorongan memutar ke kiri.
- Begitu juga sebaliknya, jika ingin belok ke kanan, kecepatan putar dua propeller yang arah putarannya berlawanan jarum jam harus ditambah atau kecepatan putar dua propeller yang arah putarannya searah jarum jam harus dikurangi sehingga menimbulkan dorongan memutar ke kanan.
Seperti itulah cara kerja quadcopter. Tahukah anda sebenarnya quadcopter sudah ada sejak dulu. Quadcopter pertama ditemukan oleh seorang engineer asal Prancis bernama Etienne Omnichen. Quadcopternya kemudian diberi nama Omnichen 2. Quadcopternya berhasil terbang sejauh 360 meter. Quadcopter ini ditemukan sekitar tahun 1920.
![]() |
| Omnichen 2 quadcopter Image source: www.krossblade.com |
Pada tahun 1923, George de Bothezat membuat dan menguji quadcopternya untuk keperluan militer Amerika Serikat. Namun program quadcopternya tersebut akhirnya dibatalkan.
![]() |
| de Bothezat quadcopter Image source: wikipedia.com |
Awalnya para ilmuan bereksperimen dengan quadcopter sebagai alternatif, karena helikopter dengan satu baling-baling utama dan satu baling-baling di ekor sebagai penyeimbang seperti yang kita lihat pada helikopter sekarang ini dianggap tidak efisien. Baling-baling utamanya yang besar dan panjang dianggap berat. Sementara itu baling-baling kecil di ekor helikopter mengkonsumsi sekitar 10% sampai 15% dari tenaga mesin, namun tidak menciptakan dorongan yang berarti.
Quadcopter memerlukan setidaknya 4 motor listrik atau mesin penggerak propeller. Di samping itu juga memerlukan teknologi sistem kontrol yang bagus karena harus mengendalikan 4 mesin sekaligus. Namun karena pada saat itu teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan quadcopter ini belum dapat diandalkan, maka helikopter dengan satu baling-baling utama dan satu baling-baling di ekor akhirnya lebih dikembangkan karena dianggap lebih simple.
Sekarang ini quadcopter lebih banyak digunakan untuk keperluan-keperluan komersial seperti peliputan berita dari udara atau pengambilan gambar suatu wilayah dari udara.
Sign up here with your email




ConversionConversion EmoticonEmoticon