Curug Glodog Panto, Air Terjun Tersembunyi di Tengah Rimba Sukabumi

Curug adalah istilah dalam bahasa Sunda yang artinya air terjun. Di daerah Kabupaten Sukabumi, ada beberapa curug yang cukup terkenal, antara lain Curug Cikaso dan Curug Sawer. Namun ada satu curug yang jarang diketahui orang karena lokasinya yang berada di dalam hutan dan tidak ada akses kendaraan untuk menuju kesana selain jalan kaki. Namanya Curug Glodog Panto.

Beberapa waktu yang lalu, kami sempat touring dengan menggunakan sepeda motor menuju lokasi curug tersebut. Kami berangkat selepas sarapan pagi dari kota Palabuhanratu. Sebenarnya tujuan awal kami adalah Pantai Loji dan Kuil Dewi Kwan Im (Vihara Nam Hai). Namun menurut rekan yang asli penduduk sana, jalan-jalan ke pantai Loji belum lengkap kalau belum nyampe ke Curug Glodog Panto.

Curug Glodog Panto berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan motor dari kota Palabuhanratu. Untuk mencapai lokasi curug ini, jalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Jalanan yang kami lewati bervariasi dari jalan aspal bagus ke jalan batu kerikil sampai jalan tanah. Namun semua itu tidak jadi masalah karena pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan sangat indah. 

Sebelum mencapai Curug Glodog Panto, kami melewati pantai Loji terlebih dahulu. 


Pantai Loji



Selain pemandangan pantai, kami juga disuguhi pemandangan areal persawahan. 




Setelah melewati pantai Loji, kami sampai di Kuil Dewi Kwan Im (Vihara Nam Hai).


Kuil Dewi Kwan Im (Vihara Nam Hai)
Warga sedang Sembahyang di Vihara Nam Hai


Setelah mampir di Kuil Dewi Kwan Im, kami melanjutkan perjalanan menuju desa dimana Curug Glodog Panto berada. Perjalanan kami terhenti di sebuah penginapan yang bernama Lojiwood Beach Cottage. Penginapan ini sedikit unik. Bangunan kamarnya dua lantai, dibangun terpisah-pisah dan di cat warna-warni, serta memiliki bentuk yang mirip rumah panggung.


Lojiwood Beach Cottage
Pemandangan di depan Lojiwood Beach Cottage

Menurut penjaga Lojiwood Beach Cottage, Curug Glodok Panto yang merupakan tujuan akhir kami, berada tidak jauh dari Cottage ini. Tepatnya di dalam hutan di belakang pemukiman penduduk yang berada di dekat Cottage tersebut.

Perjalanan pun kami lanjutkan, tapi dengan berjalan kaki karena akses jalan menuju Curug Glodog Panto tidak bisa ditempuh dengan sepeda motor, apa lagi mobil. Untuk mencapai lokasi curug tersebut, kami harus melewati areal persawahan dan hutan serta sungai.

 
Areal Persawahan di Jalan menuju Curug Glodog Panto





Setelah melewati sawah, hutan dan sungai, akhirnya kami sampai di Curug Glodog Panto. Pada waktu kami tiba di lokasi, kebetulan tidak ada pengunjung lain. Mungkin belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan curug ini karena tempatnya yang berada di tengah hutan. Dan juga akses jalannya yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki membuat hanya sebagian orang yang mau datang kesini. Perjalanan dengan berjalan kaki ke curug ini dari Loji Wood Cottage tadi juga tidak bisa dibilang dekat. Butuh waktu kurang lebih 20 menit sampai setengah jam berjalan kaki untuk sampai ke lokasi curug ini.

Curug Glodog Panto


Akhirnya rasa lelah akibat perjalanan panjang tersapu bersih bersama sejuknya air Curug Glodog Panto.

Previous
Next Post »