Macet, fenomena yang sudah biasa kita jumpai di kota-kota besar. Macet bisa terjadi di jalanan dalam kota, di jalan-jalan lintas penghubung antar kota bahkan di jalan tol yang katanya bebas hambatan. Bagi yang pernah kejebak macet atau biasa melintasi jalanan yang macet pasti tau gimana rasanya menempuh perjalanan yang sebenarnya dekat tapi malah jadi berjam-jam baru nyampe. Apa lagi saat jam-jam pulang kerja seperti sekarang ini.
Kalau kita perhatikan, sebenarnya ada banyak faktor yang biasa menyebabkan macet. Faktor-faktor tersebut ada yang memang tidak bisa kita hindari, seperti perbaikan jalan atau pembangunan infrastruktur jalan misalnya. Namun ada satu faktor lain yang sebenarnya kita tau, bisa kita hindari, tapi tetap saja terjadi dan sering lagi..
Mungkin kita pernah kejebak macet, nunggu lama gak jalan-jalan, tapi begitu jalan dan lancar terus kita mikir "ini tadi macetnya kenapa ya? kok udah lancar aja? kok ga ada apa-apa?". Fenomena seperti ini sering terjadi. Lantas apa penyebabnya?? Kalau saya menyebut fenomena ini karena "setan". Loh kok bisa?? Coba lihat ilustrasi berikut!
![]() |
| Macet |
Macet pada ilustrasi di atas disebabkan karena perilaku berkendara yang tidak tertib. Kita bisa lihat pada ilustrasi di atas kendaraan di sebelah kiri terhalang jalannya oleh kendaraan dari arah berlawanan yang mencoba mendahului kendaraan di depannya, begitu juga sebaliknya. Ini yang menghabiskan banyak waktu di jalan. Sebenarnya kita semua paham betul tentang ini dan bisa kita hindari. Namun ini sangat sering terjadi. Ada saja yang gak nyadar dan gak sabar. Coba seandainya kendaraan-kendaraan tersebut bisa tertib seperti ilustrasi di bawah ini. Pasti status jalanan "padat merayap" atau "macet parah" bisa berubah setidaknya jadi "ramai lancar".
![]() |
| Lancar |
Nah, dengan membandingkan kedua ilustrasi di atas kelihatan kan "setan"-nya yang bikin macet? Bukan setan genderuwo, wewe gombel atau kuntilanak loh yaaa...hehehe...tapi..ahh sudahlah...
Sign up here with your email


ConversionConversion EmoticonEmoticon