Saat ini sedang berkembang isu tentang program Bela Negara yang merupakan program pemerintah melalui Kementrian Pertahanan dan Keamanan. Dari istilahnya "Bela Negara", mungkin maksud dan tujuannya adalah membentuk jiwa patriot, nasionalis dan cinta tanah air pada diri seseorang.
Mendengar program pemerintah tersebut, saya jadi ingat tiga tahun yang lalu, saya sempat mengikuti program Pelatihan Fisik, Mental dan Disiplin. Pelatihan ini merupakan program wajib dari perusahaan tempat saya bekerja sebagai pendidikan awal bagi karyawan-karyawan barunya. Tak tanggung tanggung, perusahaan menitipkan saya beserta ratusan teman seangkatan saya ke salah satu satuan Pasukan Khusus TNI AD, KOPASSUS. Kegiatan yang kami lakukan selama pelatihan mungkin sedikit nyambung dengan istilah Bela Negara, karena sikap disiplin, nasionalis, peduli, serta menghormati perjuangan para pahlawan sangat ditekankan pada kami. Saya juga masih ingat pada waktu itu salah seorang Pelatih (kami menyebut Instruktur dengan panggilan Pelatih) berkata kurang lebih begini:
"Kalau suatu saat nanti Indonesia perang, kalian semua ini akan kami panggil untuk ikut berjuang karena kalian sudah dilatih di sini."
Alamaaak..Dalam hati saya hanya bisa bilang "semoga gak ada perang di Indonesia.. Aamiin.." Lantas seperti apakah kegiatan yang kami lakukan?
Latihan Tanggap Darurat
Beberapa kali selama pelatihan, saat tengah malam dimana kami tidur pulas di barak, kami dibanguni dengan alarm sirine dan suara tembakan. Dengan muka masih ngantuk kami diharuskan berbaris rapi di lapangan dengan pakaian seragam dan atribut lengkap, tak terkecuali sepatu dan topi serta tak boleh terlambat. Yang jadi masalah adalah saat alarm terjadi pasti para Pelatih mematikan lampu. Alhasil ada yang baris hanya pake sarung, ada yang sepatunya cuma sebelah, dan masih banyak lagi. Lucu sebenarnya, tapi kalau ketahuan ketawa pasti dihukum, minimal push up.
Kegiatan ini bertujuan melatih agar taggap serta tetap fokus jika menghadapi situasi darurat.
Latihan Fisik (Jalan Jauh, Lari, Push Up, Sit Up dll)
Setiap hari, jalan jauh, lari, push up dan sit up adalah kegiatan rutin. Sebenarnya push up, lebih sering jadi hukuman, begitu juga dengan merayap, jugkir, dan jalan jogkok. Tidak terhitung berapa kilo meter yang sudah kami lewati dengan berjalan juga berlari. Kalau dipikir-pikir sekarang sebenarnya saya juga heran, kok dulu sanggup ya? Padahal badan saya kecil kerempeng. hahaha.
Kegiatan ini bertujuan melatih kekuatan fisik.
Latihan Keberanian
Bentuk latihan ini ada beberapa macam. Ada menuruni tebing yang tinggi menggunakan tali, menyeberangi sungai dengan bergelantungan pada tali, panjat jaring, juga flying fox.
Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan keberanian dan mengalahkan rasa takut.
Latihan Ketangkasan
Bentuk latihan ini antara lain Lempika (Lepar Pisau dan Kapak). Kita dihadapkan pada sebuah batang pohon kelapa, kemudian melempar pisau dan kapak ke arah pohon kelapa tersebut sampai pisau dan kapak menancap di batang pohon kelapa.
Latihan Bela Diri
Latihan bela diri ini antara lain Karate. Bagaimana mungkin membela negara jika membela diri sendiri saja tidak sanggup. Kira-kira begitu.
Latihan Baris Berbaris
Program pelatihan di bawah binaan Angkatan Bersenjata tidak lengkap tanpa baris berbaris. Baris-berbaris ini adalah latihan yang bertujuan untuk melatih diri untuk selalu tertib, disiplin dan taat aturan.
Itulah tadi beberapa bentuk kegiatan yang pernah saya jalani pada saat mengikuti program Pelatihan Fisik Mental dan Dan disiplin. Sebenarnya kami juga diperkenalkan cara memagang senjata dengan benar dan aman, menembak, serta membongkar pasang senjata. Namun hanya sebatas pengenalan. Apakah kegiatan-kegiatan di atas sudah mencakup kegiaatan pelatihan Bela Negara? Mungkin hanya pembuat program yang tau..
Sign up here with your email





ConversionConversion EmoticonEmoticon